Instalasi Kedokteran Nuklir

Instalasi Kedokteran Nuklir

 

Foto: Instalasi Kedokteran Nuklir

 

Kedokteran Nuklir merupakan suatu spesialis kedokteran yang menggunakan energi radiasi terbuka dari inti nuklir untuk menilai fungsi suatu organ, mendiagnosis dan mengobati penyakit. Saat ini RSUD Abdul Wahab Sjahranie merupakan rumah sakit ke-4 di Indonesia yang memiliki Instalasi Kedokteran Nuklir selain Jakarta, Bandung dan Semarang.

 

Pada prosedur diagnostik di Kedokteran Nuklir, sinar gamma digunakan karena memiliki jarak penetrasi ruang panjang, sehingga dapat menembus jaringan tubuh manusia yang akan direkam distribusinya di dalam tubuh dengan menggunakan kamera yang disebut kamera gamma. Alat kamera gamma tidak menghasilkan radiasi, tetapi yang memancarkan radiasi adalah pasien itu sendiri yang berasal dari obat yang diberikan. Obat radioaktif yang digunakan adalah dengan dosis radioaktivitas yang sangat rendah untuk mendapatkan tingkat akrasi yang tinggi atau yang disebut ALARA (As Low As Achievable

 

Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie memiliki sebuah kamera gamma SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography) dan 8 Ruang Isolasi Radio Aktif (RIRA) terstandar oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir). Dalam pengembangannya di masa depan akan dilakukan peningkatan kemampuan kamera SPECT menjadi SPECT-CT, pengadaan PET-CT (Positron Emission Tomography - Computed Tomography) dan Siklotron sebagai fasilitas penghasil obat radioaktif.

 

Foto: Prosedur Pemeriksaan Menggunakan Kamera Gamma SPECT

 

Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam menunjang diagnosis berbagai penyakit. Seperti pada penyakit jantung dapat dilakukan pemeriksaan Sidik Perfusi Miokard (SPM) untuk mengetahui gangguan aliran darah otot jantung yang membantu dalam penegakkan penyakit jantung koroner dan infark miokard. Juga pemeriksaan Multigated Heart Blood Pool Scan (MUGA) guna menilai fraksi ejeksi ventrikel kiri jantung. Sidik Kelenjar Gondok (SKG) dan Uji Uptake Tiroid untuk mengetahui fungsi dan kelainan / patologis kelenjar gondok/tiroid. Mengevaluasi fungsi ekskresi (filtrasi), reabsorbsi serta eksresi ginjal menggunakan Pemeriksaan Laju Filtrasi Glomerulus (GFR) dan Pemeriksaan Renografi. Ada pula Pemeriksaan Sidik Tulang (Bone Scan) yang dapat memperlihatkan metastase (penyebaran) kanker pada tulang serta dapat mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada tulang-tulang di tubuh, dan masih banyak lagi yang dapat diperoleh dari diagnosis dengan penerapan teknologi kedokteran nuklir yang pada saat ini berkembang pesat. Kurang lebih terdapat 35 jenis pelayanan diagnostik rawat jalan.

 

Foto: Hasil Pemeriksaan Bone Scan 

 

Sedangkan untuk pelayanan terapi Kedokteran Nuklir dapat membantu pasien karsinoma tiroid pasca operasi pengangkatan kelenjar gondok/tiroid dengan mengablasi/menghancurkan sisa-sisa kanker dan mencegah kekambuhan kembali dengan tingkat keberhasilan mencapai 90%. Pasien hipertiroid dan Grave’s Disease juga dapat diterapi menggunakan Iodium-131. Serta Terapi Paliatif untuk nyeri tulang akibat metastasis menggunakan Samarium-153 sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. 

 

Instalasi Kedokteran Nuklir berada di sebelah Instalasi Radiologi dan Instalasi Laboratorium Patologi Klinik, melayani pasien umum dan BPJS.

 

Syarat Pendaftaran:

1. Surat Rujukan Dokter Spesialis

2. Fotokopi kartu BPJS ( Jika peserta BPJS )

3. Hasil Pemeriksaan Penunjang ( Laboratorium, Rontgen, Patologi Anatomi )

 

Untuk informasi dan pendaftaran dapat menghubungi 0541-738118 Ext. 441

 

Calendar
Copyrights ©2017: Pengembangan IT - RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Provinsi Kalimantan Timur